Sunday, 28 June 2015

Mengapa Tuhan Melarang Kita Untuk Makan Makanan Haram?

Mengapa Tuhan Melarang Kita Untuk Makan Makanan Haram?
Makanan Haram

(Imamat 11:46 [LAI TB] Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,
11:47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.")
Ibrani:.זֹאת תּוֹרַת הַבְּהֵמָה, וְהָעוֹף, וְכֹל נֶפֶשׁ הַחַיָּה, הָרֹמֶשֶׂת בַּמָּיִם; וּלְכָל-נֶפֶשׁ, הַשֹּׁרֶצֶת עַל-הָאָרֶץ
.לְהַבְדִּיל, בֵּין הַטָּמֵא וּבֵין הַטָּהֹר; וּבֵין הַחַיָּה, הַנֶּאֱכֶלֶת, וּבֵין הַחַיָּה, אֲשֶׁר לֹא תֵאָכֵל


Mengapa Tuhan melarang kita untuk memakan makanan haram dan hanya yang halal saja yang boleh dimakan? Sebenarnya kita jadi terlalu anti dengan kata “haram” dan “halal” tanpa memahami makna sesungguhnya kata tersebut. Padahal kata “Halal” dalam bahasa Ibraninya adalah “Tahor טהור” yang arti sesungguhnya adalah “bersih”, sedangkan kata “haram” dalam bahasa Ibraninya adalah “Tame טמא” yang artinya adalah “tidak bersih, kotor, jorok”.

Jadi sebenarnya, lebih tepat dikatakan bahwa Tuhan melarang kita makan babi, kerang, udang, lele, siput, monyet, anjing, kucing, cumi-cumi, dll adalah karena binatang-binatang itu adalah binatang-binatang yang “tidak bersih, kotor, jorok”.

Analogi gampang seperti ini, jika kita saat ini sebagai seorang orang tua, maka kita sudah pasti akan melarang anak-anak kita untuk makan-makanan pinggiran/ abang-abangan yang jelas-jelas jorok dan kotor. Kenapa? Karena kita tahu bahwa anak-anak kita pasti akan sakit jika kita mengizinkan mereka makan-makanan kotor tersebut. Itulah sebabnya kita melarang anak-anak kita untuk tidak makan-makanan jorok dan kotor tersebut.

Begitu juga dengan Tuhan, Tuhan jelas akan melarang kita makan babi, kerang, udang, lele, siput, cumi-cumi, belut, monyet, kucing, anjing, dll. Kenapa? Karena Tuhan tahu bahwa binatang-binatang itu adalah binatang-binatang yang “tidak bersih, kotor, dan berbahaya” untuk dimakan. Tuhan adalah pencipta dari binatang-binatang tersebut. Dia tahu persis bahwa Dia menciptakan binatang-binatang tersebut bukan untuk dimakan, tetapi untuk membersihkan limbah, kotoran, sampah, dan berbagai macam kotoran-kotoran lainnya.

Contohnya lele yang notabenenya makanannya adalah tahi manusia, kotoran, limbah, dll. Lele memang diciptakan Tuhan untuk makan kotoran-kotoran seperti itu agar kolam atau sungai menjadi bersih. Jadi, Tuhan menciptakan lele bukan untuk dimakan manusia, tetapi untuk membersihkan sampah, limbah, dan kotoran. Begitu juga dengan kerang yang Tuhan ciptakan untuk memakan zat-zat limbah yang ada di laut agar kebersihan laut tetap terjaga. Jadi, kerang juga bukan untuk dimakan oleh kita.

Anehnya, kita sebagai manusia malah suka untuk memakan binatang-binatang pemakan kotoran, sampah, limbah tersebut. Limbah-limbah dan kotoran-kotoran tersebut akan masuk ke tubuh kita dan menjadi racun bagi kita. Maka tidak usah heran banyak yang akan terkena kanker, tumor, keracunan, cacing, dll. Bahkan, tidak sedikit yang mati gara-gara hobi makan-makanan haram tersebut.

Tuhan sebagai Bapa yang baik tentu tidak ingin anak-anak-Nya menjadi sakit atau menderita hanya karena kita memakan makanan-makanan kotor dan jorok tersebut. Adakah Bapa yang ingin anaknya makan racun atau kotoran? Silahkan renungkan sendiri. Itulah sebabnya, YHWH, Bapa kita yang di sorga melarang kita untuk makan-makanan haram tersebut karena kita adalah umat-Nya yang kudus

(Imamat 11:44 [LAI TB] Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
11:45 Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.)


Tuhan peduli dengan kekudusan tubuh kita karena tubuh kita adalah Bait Allah. Jadi, jangan kotori tubuh kita dengan mempersingkat umurnya hanya karena kita makan makanan racun. Kita adalah bangsa yang kudus, maka haruslah kita kudus dan menjauhkan diri dari makanan-makanan tidak tahir tersebut.

Sayangnya, hampir 90% orang-orang Kristen justru malah meyakini bahwa perintah-perintah ini sudah tidak berlaku lagi. Tidak sedikit yang mengajarkannya adalah para pendeta ataupun para pengajar firman Tuhan sendiri. Padahal apa kata Tuhan Yesus?

(Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.)


Tuhan Yesus saja sudah berkata bahwa Dia tidak meniadakan Hukum Taurat dan sudah mewanti-wanti bahwa barangsiapa yang berani meniadakan Hukum Taurat, bahkan perintah yang paling kecil saja, maka Tuhan Yesus sendiri yang akan memastikan bahwa orang tersebut akan duduk di dalam tempat terendah di dalam Kerajaan Sorga.

Kalau Tuhan Yesus saja sudah memberikan jaminan sejelas ini mengenai Hukum Taurat, mengapa justru mayoritas orang-orang Kristen dan para pengajar-pengajarnya justru mengajarkan sebaliknya untuk menentang Hukum Taurat bahwa kita boleh makan-makanan tidak tahir dan berbahaya tersebut? Well, simpulkan sendiri dan putuskan sendiri apakah kita mau taat atau tidak. Namun percayalah, kita justru akan umur panjang dan sehat walafiat jika saat menuruti perintah-perintah Tuhan ini untuk tidak makan-makanan haram, kotor, dan beracun tersebut.

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

19 comments:

  1. Bagaimana para hamba Tuhan ( Pendeta ) ditunggu tanggapannya

    ReplyDelete
  2. Yehezkiel 22:26-27 Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.
    Pemuka-pemukanya di tengah-tengahnya adalah seperti serigala-serigala yang menerkam mangsanya dalam kehausan akan darah, yang membinasakan orang-orang untuk menguntungkan diri sendiri secara haram.

    ReplyDelete
  3. maaf sbelumx ,, blhkah saya bertanya ,,, apa mksd ayat sprti ini "1 timotius 4:4-5 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.)"

    maaf sblumx ...

    TYM...

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://kebenaranalkitabmain.blogspot.com/2015/07/1-Timotius-4-15-Benarkah-Paulus-Mengatakan-Bahwa-Semua-Makanan-Sudah-Dihalalkan.html

      Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

      Delete
    2. Firman Tuhan tidak boleh ditafsirkan secara sembarangan ,Allah kita adalah pribadi yang konsisten begitu juga dengan firmannya,yang salah adalah penafsiran manusia dalam memahami isi kitab suci,kitab suci tidak bisa digunakan sebagai alasan pembenaran atas selera yang salah

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. Merespons pertanyaan yuyun, baca 1 Timotius 4:3 "Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran."

    Makanan yg diciptakan Allah sejatinya bukanlah hewani...tetapi krn Allah ingin umur manusia yg berdosa ini pendek (120 thn saja)...Allah mengijinkan makanan hewani yg Dia nyatakan halal... sesuatu yg Allah pernah katakan haram tetap saja haram. Jika manusia yg mengharamkan sesuatu krn keyakinannya, seperti persembahan kpd berhala... itu kata manusia. Namun yg Allah katakan haram tetsplah haram.

    ReplyDelete
  6. Kan penjelasan nya halal dan haram, yg dalam bahasa ibrani tahor= bersih, tame= kotor atau tidak bersih.
    Ittu di buat untuk menjaga tubuh kita kan
    Hanya pendapat saya
    Bukan nya yg dilarng yg kotor, yg berarti hidup liar kyak lele atau kerang tadi
    Berarti bgai mana dengan yg di ternakan, di jaga pagan dan kebersihan nya.
    Bukan nya itu bersih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar saya jawab...tadi kan sudah dijelaskan bahwa binatang seperti lele dll memang sudah diciptakan hanya utk pemakan kotoran,maupun itu diternakan tetap saja itu binatang haram.sekian.Terima Kasih.GBU

      Delete
  7. Salam Damai dalam Kasih Kristus,

    Saya juga ingin bertanya, kerana ada lagi satu kisah yang dipetik dari Alkitab dan juga selalu sekali diguna sebagai penjelasan oleh Pendeta-pendeta bahwa Tuhan sudah meghalalkan semua hewan yang dulunya diharamkan untuk dimakan, yakni dari Kisah Para Rasul 10:9-16.

    Mohon Pencerahan, Yesus memberkati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibaca dari Kis. 10:1 dan sampai habis, maka sudah ketahuan pasal itu berbicara tentang apa. Pasal itu tidak berbicara tentang Tuhan yang menghalalkan babi, udang, lele, dll, tetapi itu berbicara tentang pengesahan bahwa keselamatan tidak hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi untuk bangsa-bangsa lain juga.

      Bangsa lain selalu digambarkan oleh orang-orang Yahudi sebagai binatang-binatang haram. itu sebabnya beberapa penafsir Yahudi menafsir kisah Nuh di mana ada binatang-binatang haram yang juga masuk ke bahtera sebagai simbol bahwa bangsa lain juga akan diselamatkan.

      Dalam ilmu menafsir (Hermenetik) itu ada konteks yang harus diperhatikan, alias satu pasal itu harus dibaca keseluruhan baru bisa ditangkap maknanya. Ciri-ciri orang yang suka memutarbalikkan FT itu adalah suka mencabut satu ayat dan ditafsir sesuka hatinya, padahal perikop 1 pasal itu tidak berbicara demikian.

      Nah, perikop Kisah Para Rasul 10 itu sudah jelas berbicara tentang Kornelius yang notabenenya adalah seorang Romawi (non-Yahudi) di mana keyakinan orang-orang Yahudi ialah keselamatan hanya bagi bangsa Yahudi. Disinilah Petrus diberikan penglihatan soal banyaknya binatang-binatang haram yang merupakan simbol dari bangsa-bangsa lain dimana Tuhan ingin mengatakan bahwa bangsa-bangsa lain itu tidakalah "haram" sebagaimana yang orang-orang Yahudi yakini sehingga mereka tidak laya menerima keselamatan. Itu sebabnya Petrus akhirnya memahami makna miimpinya tersebut dan berkata begini:

      Delete
    2. (Kisah Para Rasul 10:28 [LAI TB] Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
      10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku.")

      (Kisah Para Rasul 10:34 [LAI TB] Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
      10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.
      10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.
      10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
      10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
      10:39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.
      10:40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,
      10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
      10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
      10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
      10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
      10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
      10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
      10:47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"
      10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.)

      Itulah kesimpulan dan makna dari kisah penglihatan Petrus itu, yaitu bangsa-bangsa lain juga boleh masuk ke dalam umat Allah dan menerima keselamatan.


      Delete
    3. Hanya orang-orang bodoh yang menafsir ayat tersebut, dicabut dari konteksnya, dan menafsirnya bahwa kita jadi boleh makan babi, udang, lele, cumi-cumi, anjing, kerang, dll. Kebodohan orang-orang bodoh itu tidak bisa diobati, biarlah mereka mengimani kebodohan mereka sendiri dengan terus melanggar perintah Tuhan dan akhirnya mati sendiri dengan berakhir di rumah sakit, atau bahkan berakhir dengan kematian (saya sudah lihat pendeta bodoh dan juga orang-orang Kristen bodoh yang mati karena suka makan-makanan haram ini)

      Logika itu harus dipakai, masa Tuhan mau merubah perintahnya sendiri di Imamat 11 dan Ulangan 14 soal makanan haram? Berarti Tuhan tidak konsisten dong, suka berubah-ubah? Tuhan berarti plin plan donk, sebentar-sebentar bilang haram, tapi tahun depan bilang halal, nanti tahun depan lagi Dia berubah pikiran lagi dan menyatakan haram lagi, tapi nanti Dia plin plan lagi dan dinyatakan halal lagi.

      Inilah ironisnya orang-orang Kristen, mereka suka mengimani Tuhan plin-plan model kayak begitu. Tuhan itu tidak berubah, Dia masih tetap sama, dulu bahkan sampai sekarang

      (Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
      5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
      5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
      5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.)

      (Maleakhi 3:6 [LAI TB] Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.)

      (Maleakhi 4:4 [LAI TB] Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.)

      Jadi biarkan saja mereka yang suka hidup dalam kebodohan mereka sendiri yang suka melanggar perintah Tuhan, nanti juga mereka tewas sendiri. Namun, kita yang berani mentaati perintah Tuhan ini, buktikan saja sendiri, hidup sodara pasti jauh lebih sehat daripada kumpulan orang-orang bodoh tersebut

      Salam Kasih

      Delete
  8. waduh saksang gua gimana nih ?!

    ReplyDelete
  9. pasti ada yg jawab dengan gampangnya,"aahh.. kita kan hidup d jaman Grace bukan dibawah hukum taurat".ckckckck

    ReplyDelete
  10. terimakasih atas pengajaranya

    akan saya renungkan dan bandingkan

    ReplyDelete

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...