Friday, 9 October 2015

Ajaran Tuhan Yesus, Konfusius, Rabbi Hillel, dan Hukum Taurat

Ajaran Tuhan Yesus, Konfusius, Rabbi Hillel, dan Hukum Taurat

"Zi Gong bertanya, 'Apakah ada sebuah kata yang bisa bagi seumur hidup untuk memperaktekkannya?' Konfusius berkata, 'Bukankah itu adalah tabur-tuai? Segala sesuatu yang engkau tidak suka, jangan engkau lakukan pada orang lain.'"
China: 子貢問曰:「有一言而可以終身行之者乎?」子曰:「其恕乎!己所不欲,勿施於人。
Transliterasi: Zi gòng wèn yuē: `Yǒuyī yán ér kěyǐ zhōngshēn háng zhī zhě hū? 'Zǐ yuē: `Qí shù hū! Jǐ suǒ bù yù, wù shī yú rén.
(Konfusius, the Analects 15:23)


Konfusius mengajarkan bahwa nilai terutama yang harus dipraktekkan dan dijadikan sebagai pedoman hidup adalah pedoman tabur-tuai. Apa maksudnya? Maksudnya adalah segala sesuatu yang kita tidak suka untuk dilakukan kepada kita, janganlah kita lakukan kepada orang lain.

Menariknya lagi, rabbi Hillel, kakek dari rabban Gamaliel juga mengajarkan hal yang sama dengan apa yang diajarkan oleh Konfusius

"(Hillel) berkata kepadanya, 'Sesuatu yang engkau tidak suka, janganlah engkau lakukan kepada sesamamu, inilah seluruh Hukum Taurat.'"
Ibrani: אמר לו דעלך סני לחברך לא תעביד זו היא כל התורה כולה
Transliteration: Amar lo delakh sani lekhavrekha lo ta'aved zu hi kol hattorah kulah
(Talmud, Shabbat 31a)


Menarik sekali bahwa ternyata rabbi Hillel juga mengajarkan hal yang sama dengan apa yang Konfusius ajarkan. Bahkan Hillel mengatakan bahwa inilah hal yang terutama dan keseluruhan isi dari Hukum Taurat tercantum dalam ajaran, "segala sesuatu yang engkau tidak suka, janganlah engkau lakukan kepada sesamamu."

Dari sini, kita bisa mendapatkan kesaksian bahwa pada dasarnya, Tuhan pun juga mengutus orang-orang bijaksana ke berbagai suku dan bangsa untuk mengajar tentang kebenaran Hukum-Hukum Tuhan.

Konfusius merupakan tokoh yang hidup 500 tahun sebelum zaman Tuhan Yesus dan tentu saja terpisah jauh dengan Israel dan sama sekali tidak tahu menahu tentang Musa dan Hukum Taurat. Namun, hal ini tidak berarti bahwa Tuhan sama sekali tidak memberikan pengajarannya kepada bangsa-bangsa non-Israel, Tuhan pastilah memakai orang-orang yang dia taruh ke dalam hati mereka hikmat untuk membedakan mana yang baik dan jahat untuk dapat mengajar bangsa tersebut.

Hal ini sesuai dengan apa yang Paulus katakan:

(Roma 2:14 [LAI TB] Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. )


Jadi, Hukum Taurat Tuhan itu sama di setiap tempat dan semua manusia pasti mengetahuinya karena Tuhan memang pada dasarnya telah melukiskan Hukum Taurat itu ke dalam hati setiap manusia sehingga setiap manusia sebenarnya tahu apa yang baik dan yang jahat.

Baik rabbi Hillel dan Konfusius jelas mengajarkan hal yang luar biasa bahwa "segala sesuatu yang kita tidak suka, janganlah kita lakukan pada orang lain".

Namun, Tuhan Yesus seakan-akan datang dengan pengajaran yang lebih tinggi dan lebih berbobot daripada kedua tokoh besar di atas dengan mengajarkan seperti ini:

(Matius 7:12 [LAI TB] "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. )

Ajaran Tuhan Yesus lebih bersifat "Aktif" yaitu kita yang harus bergerak untuk mengasihi orang lain, sedangkan ajaran Konfusius dan rabbi Hillel lebih bersifat "pasif".

Well, pada intinya, kita harus mengasihi sesama manusia sama seperti diri kita sendiri. Karena inilah Hukum yang terutama dalam Hukum Taurat.

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...