Thursday, 15 October 2015

Bentrokan di Israel, Pemulihan Yehuda (Yahudi), Yerusalem, dan juga Tanah Perjanjian

Bentrokan di Israel, Pemulihan Yehuda (Yahudi), Yerusalem, dan juga Tanah Perjanjian

Bentrokan terjadi terus menerus di Israel, terutama soal tanah Palestina dan siapa yang berhak memilikinya. Bukan tidak mungkin perang besar menanti. Dalam hal ini kita harus berhati-hati sekali mempelajari Kitab Suci agar kita bisa membedakan mana kehendak Tuhan dan mana yang bukan

Soal tanah Israel dan pemulihan Yahudi (Yehuda), YHWH, Allah Israel sudah berfirman bahwa akan ada suatu hari semua bangsa akan berkumpul untuk mengepung Israel dan di sanalah YHWH mengatakan bahwa Dia akan menghakimi mereka karena membagi-bagi tanah-Nya

(Yoel 3:1 [LAI TB]. "Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem,
3:2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, )


Kita sebagai pengikut Tuhan Yesus, harus berhati-hati dalam mengambil sikap soal tanah tersebut karena tanah tersebut adalah tanah sumpah sebagai "Perjanjian yang Kekal (Berit Ha'olam ברית העולם)" antara YHWH dengan Abraham

(Kejadian 17:7 [LAI TB] Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.")


Tepat sekali, dalam Kejadian 17:7-8, YHWH, Allah Israel mengadakan sebuah "Perjanjian yang Kekal (Berit Ha'olam ברית העולם)" kepada Abraham bahwa Dia akan memberikan tanah itu kepada anak-anak Abraham. "Perjanjian yang Kekal (Berit Ha'olam ברית העולם)" berarti Perjanjian tersebut masih berlaku sampai hari ini dan seterusnya.

Itulah sebabnya, YHWH memanggil pulang Israel ke tanah mereka. Kenapa? Karena jika tidak demikian, YHWH akan dianggap penipu dan ingkar janji kepada Abraham sedangkan YHWH, Allah Israel tidak bisa ingkar janji. Itu sebabnya, YHWH harus kembali memulangkan seluruh anak-anak Israel ke tanah Kanaan. Makanya, di Mazmur ada tertulis begini

(Mazmur 105:8 [LAI TB] Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,
105:9 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak;
105:10 diadakan-Nya hal itu menjadi ketetapan bagi Yakub, menjadi perjanjian kekal bagi Israel,
105:11 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberikan tanah Kanaan, sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu.")


Jadi, kita jangan main-main soal urusan tanah itu. Sayangnya, ada banyak orang-orang Kristen termasuk yang levelnya sudah pengajar teologi yang tidak paham mengenai apa itu "Perjanjian yang Kekal (Berit Ha'olam ברית העולם)". Mereka menganut sebuah paham "antisemit (anti-Yahudi)" yang sebenarnya merupakan warisan dari gereja-gereja Eropa dan penafsiran-penafsiran warisan dari gereja-gereja Eropa bahwa gereja menggantikan Israel.

Teologi ini super duper keliru. Kenapa? Karena penganut teologi ini, sebenarnya mereka sendiri tidak paham apa itu "Perjanjian Baru". Mereka mempunyai pola pikir bahwa semua perjanjian di dalam Perjanjian Lama semuanya batal dan digantikan dengan Perjanjian Baru.

Hal ini adalah keliru, karena yang dibatalkan di dalam PL, itu adalah Perjanjian Sinai, bukan Perjanjian Abraham.

(Yeremia 31:31 [LAI TB] Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman YHWH, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman YHWH.)


Perhatikan Yeremia 31:32, tertulis jelas bahwa yang dibatalkan oleh YHWH, Allah Israel adalah Perjanjian Sinai.

Kalau saudara bingung, gampangnya begini. "Perjanjian" itu adalah kesepakatan antara kedua belah pihak. Antara pihak A dan pihak B. Pihak A mengajukan syarat, dan pihak B menerima syarat-syarat tersebut. Pihak A berjanji akan melakukan sesuatu sebagai imbalan kepada pihak B jika pihak B melaksanakan ketetapan-ketetapan dari pihak A. Namun, perjanjian ini akan jadi batal, kalau salah satu pihak melanggar.

Nah, yang dibatalkan YHWH, Allah Israel itu adalah Perjanjian Sinai antara YHWH dengan Israel, bukan Perjanjian YHWH dengan Abraham dalam Kejadian 17 soal tanah. Mengapa perjanjian tersebut menjadi batal? Karena Israel yang melanggar kesepakatan perjanjian tersebut, itulah sebabnya Perjanjian tersebut menjadi batal. Jadi yang dibatalkan bukanlah Perjanjian Abraham, soal tanah tersebut. Perjanjian Abraham itu masih berlaku sampai hari ini. Ingat dan camkan ini, agar tidak salah dalam menafsir. Nah, karena Perjanjian Abraham yang kekal inilah, maka YHWH, sama sekali tidak bsia membuang Israel. Dia harus tetap sayang kepada Israel selama-lamanya, sebobrok apa pun kelakukan Israel. Kenapa? Karena YHWH sudah terikat perjanjian dengan Abraham. Itulah yang menyebabkan YHWH juga harus mengadakan "Perjanjian Baru" dengan Israel dan Yehuda untuk menggantikan Perjanjian SInai yang sudah dilanggar oleh Israel dan Yehuda. Itulah sebabnya Abraham disebut sebagai bapa orang beriman. Bayangkan hanya karena perjanjian dengan Abraham saja, YHWH sampai harus menyayangi Israel sampai selama-lamanya.

Beda Perjanjian, beda juga pelaku yang terlibat dalam membuat kesepakatan Perjanjian tersebut. Perjanjian Abraham berbeda dengan Perjanjian Daud dan berbeda juga dengan Perjanjian Sinai.

Nah, yang dibatalkan itu, adalah Perjanjian Sinai, bukan Perjanjian Abraham atau Perjanjian Nuh atau Perjanjian Daud. Jangan dipukul rata! Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Perjanjian Abraham itu batal. Jangan sampai terkecoh. Ada banyak yang tidak mengerti ini sehingga mereka menafsirnya sembarangan sehingga mereka kita baik Perjanjian Abraham, Perjanjian Daud, Perjanjian Nuh, dan perjanjian-perjanjian lainnya dibatalkan semuanya. Ini sangat fatal sekali dan berbahaya.

Jadi, perjanjian antara YHWH dengan Abraham soal tanah itu sama sekali tidaklah batal. Itulah sebabnya YHWH memulangkan semua anak-anak Israel ke tanah Kanaan, Tanah Perjanjian dan mereka semua yang berani mengusik tanah itu dan berusaha membagi-bagikannya, akan berurusan langsung dengan YHWH, Bapa yang Mahakuasa. Saudara tahu tentang Perdana Menteri Ariel Sharon? Ariel Sharon adalah perdana menteri Israel yang setuju untuk membagi Yerusalem Barat dengan Timur. Tapi sodara tahu apa akibat yang harus dia tanggung? Tepat sekali, sekitar beberapa bulan setelah dia membagi tanah tersebut, dia mengalami koma yang sangat lama sekali dan menjadi manusia dengan rekor sebagai manusia dengan koma terlama. Sekarang, dia sudah meninggal.

Kenapa hal itu terjadi? Karena tanah itu adalah tanah sumpah antara YHWH dengan Abraham, sahabat-Nya. YHWH tidak bisa melanggar sumpah-Nya. Itu sebabnya Dia akan berperkara siapa saja kepada mereka yang berani mengotak-ngatik tanah itu dan akan menghakimi nanti di lembah Yosafat karena berani membagi-bagi tanah tersebut.

(Yoel 3:1 [LAI TB]. "Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem,
3:2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, )


YHWH Bapa yang Mahakuasa tidak pandang bulu dalam soal apakah kita pendeta, mahasiswa teologi, pengajar Alkitab. Kalau kita ikut campur dan menekan Israel soal tanah tersebut, maka jangan salahkan Dia kalau Dia sendiri yang akan berperkara langsung dengan kita.

Well, jadilah bijak dalam soal tanah Israel itu. Jangan ikut-ikutan mereka yang dari dasarnya sudah menganut paham antisemit. Baca lagi Alkitab secara baik-baik dan pahami Perjanjian Lama dengan benar agar kita bisa melihat dengan benar kebenaran yang Tuhan ingin sampaikan.

Sekiranya menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati

1 comment:

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...