Saturday, 24 October 2015

Daniel 1:8-9 Daniel dan Larangan Makanan

Daniel 1:8-9 Daniel dan Larangan Makanan

(Daniel 1:8 [LAI TB] Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;)


Perhatikan ayat di atas baik-baik, maka kita akan melihat dengan jelas bahwa Tuhan tidak akan segan-segan mengadakan perbedaan antara mereka yang serius dalam menjalankan perintah-perintah Tuhan dan mereka yang menganggap sepele/ menganggap enteng perintah-perintah Tuhan.

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin dan pegawai istana tersebut. Mengapa Tuhan memberikan keistimewaan dan kasih tersebut kepada Daniel sehingga Daniel disukai oleh pemimpin pegawai istana tersebut? Semua karena Daniel mentaati perintah Tuhan, yaitu perintah soal makanan tersebut.

Makanan-makanan raja itu dipenuhi dengan binatang-binatang yang dilarang oleh Tuhan seperti misalnya babi, udang, lele, segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik, dan sebagainya. Itulah sebabnya Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan-makanan tersebut.

Tidak semua orang-orang Yahudi pada zaman Daniel sendiri yang mau berkomitmen untuk melakukan hal tersebut. Orang-orang Yahudi yang tinggal di pembuangan tersebut pastilah akan sangat sulit sekali untuk tidak memakan makanan-makanan yang dilarang Tuhan tersebut. Apalagi orang-orang Yahudi yang tinggal di istana raja Babel, seperti Daniel, pastilah sangat sulit untuk tidak memakan makanan yang telah dilarang Tuhan tersebut

Tetapi Daniel, seorang yang lebih memilih taat kepada perintah Tuhan, menetapkan hatinya dan mengambil komitmen untuk tidak memakan makanan raja tersebut yang jelas-jelas dilarang Tuhan. Itulah sebabnya, Tuhan mengaruniakan kasih sayang dari pemimpin pegawai istana tersebut kepada Daniel.

Tidak hanya itu saja, Tuhan bahkan mengaruniakan kepintaran dan kebijaksanaan kepada Daniel 10x lipat lebih daripada semua orang-orang bijaksana di Babel

(Daniel 1:17 [LAI TB] Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.
1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.)


Jelas sekali, bahwa Tuhan mengaruniakan kepintaran dan kebijaksanaan kepada Daniel dan juga kawan-kawannya 10x lipat lebih daripada orang-orang sezamannya. Mengapa demikian? Karena Daniel menghormati perintah Tuhan dan tidak menganggap sepele apa yang Tuhan perintahkan termasuk perintah soal makanan.

Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa Tuhan serius dalam soal perintah-perintah-Nya dan Dia akan mengadakan perbedaan yang sangat nyata antara mereka yang sungguh-sungguh mau taat dan mereka yang menganggap enteng/ sepele perintah-perintah-Nya.

Silahkan dibuktikan kebenaran firman Tuhan ini. Tuhan pasti akan mengadakan perbedaan antara mereka yang memandang serius perintah-perintah-Nya dan mereka yang masa bodoh/ menganggap enteng/ sepele perintah-perintah-Nya.

Buktikan sendiri

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...