Monday, 19 October 2015

Hari Pendamaian, Imam Besar, Tuhan Yesus, dan Logos

Hari Pendamaian, Imam Besar, Tuhan Yesus, dan Logos

Malam ini, tanggal 22 September 2015 adalah hari dimana umat Yahudi di seluruh dunia merayakan hari raya "Yom Kippur יום כיפור" yang artinya adalah "Hari Raya Pendamaian" dimana pada hari ini, Imam Besar akan masuk ke dalam Bait YHWH, untuk mengadakan pendamaian dosa bagi seluruh umat Israel

(Imamat 23:27 [LAI TB] "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada YHWH.
23:28 Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan YHWH, Allahmu.)


Pada hari inilah, Imam Besar akan masuk ke dalam Bait YHWH untuk mengadakan penebusan dosa bagi seluruh bangsa Israel.

Perayaan "Yom Kippur יום כיפור" ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan Tuhan Yesus karena penulis kitab Ibrani mengaitkan ritual yang dijalankan di dalam "Yom Kippur יום כיפור" sebagai ritual yang juga harus dilalui oleh Tuhan Yesus

(Ibrani 8:1 [LAI TB] Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,)

(Ibrani 9:11 [LAI TB] Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.)


Tepat sekali, penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Imam Besar tersebut yang juga harus menjalani prosedur dari "Yom Kippur יום כיפור". Bedanya adalah Tuhan Yesus tidak membaca darah domba, tetapi yang Dia bawa adalah darah-Nya sendiri sebagai agar Dia bisa menjadi Imam Besar.

Namun yang jadi pertanyaan darimana si Penulis Kitab Ibrani dapat info bahwa Mesias harus menjadi Imam Besar? Darimana dia mendapatkan info bahwa Tuhan Yesus harus menjadi Imam Besar ini?

Kekeristenan adalah sebuah agama yang doktrin-doktrinnya adalah diimpor langsung dari Yudaisme. Bahkan saya berani mengatakan bahwa tidak ada satu pun doktrin di dalam Kekeristenan yang baru yang tidak berasal dari Yudaisme, termasuk konsep mengenai Imam Besar ini.

Konsep mengenai akan adanya Imam Besar Ilahi yang akan mengadakan penebusan dosa dapat kita telusuri dari kitab-kitab Yudaisme, terutama Yudaisme yang berkembang pada zaman Para Rasul.

Salah satu acuan utama dan yang paling bisa dipercaya adalah tulisan-tulisan si Philo dari Aleksandria, seorang penafsir alegoris Yahudi yang sangat terkenal. Philo lahir pada tahun 25 SM dan meninggal pada tahun 50 M. Artinya, 25 tahun sebelum Tuhan Yesus lahir, Philo sudah lahir dan 25 tahun sesudah Tuhan Yesus disalib, Philo masih hidup. Artinya, keterangan dari Philo adalah keterangan yang sangat shahih sekali jika kita ingin mendapatkan rangkaian teologi orang-orang Yahudi pada zaman itu sehingga kita bisa menemukan benang merah dan mengapa Tuhan Yesus disebut sebagai Mesias.

Philo menulis seperti ini:

"Sebab hal tersebut sangat diperlukan seseorang yang ditahbiskan bagi Bapa Dunia menjadi seorang Pembela, Anak-Nya, yang paling sempurna di dalam kebajikan untuk mendapatkan pengampunan dosa dan menyediakan berkat yang tak terbatas"
Yunani: ἀναγκαῖον γὰρ ἦν τὸν ἱερωμένον τῷ τοῦ κόσμου πατρὶ παρακλήτῳ χρῆσθαι τελειοτάτῳ τὴν ἀρετὴν υἱῷ πρός τε ἀμνηστίαν ἁμαρτημάτων καὶ χορηγίαν ἀφθονωτάτων ἀγαθῶν.
Transliteration: Anagkaion gar hen ton heromenon to tou kosmou patri parakleto khresthai teleistato ten areten huio pros te amnestian hamatematon kai khoregian aphthonotaton agathon
(Philo, On the Life of Moses 2:134)


Jadi menurut Philo, seseorang yang akan menjadi "Pembela (Parakletos παράκλητος)" bagi pengampunan dosa adalah Anak dari Sang Bapa, Dialah yang akan menjadi perantara bagi pengampunan dosa. Siapakah Sang Anak tersebut menurut Philo?

"Sebab ada dua Bait Allah sebagaimana yang nampak, yang satu adalah dunia yang di dalamnya, Sang Imam Besar tersebut adalah Anak Sulungnya, yaitu Sang Logos Ilahi, dan (Bait) yang satunya lagi adalah Jiwa yang rasional, sang imam adalah manusia yang benar"
Yunani: δύο γάρ, ὡς ἔοικεν, ἱερὰ θεοῦ, ἓν μὲν ὅδε ὁ κόσμος, ἐν ᾧ καὶ ἀρχιερεὺς ὁ πρωτόγονος αὐτοῦ θεῖος λόγος, ἕτερον δὲ λογικὴ ψυχή, ἧς ἱερεὺς ὁ πρὸς ἀλήθειαν ἄνθρωπος
Transliteration: Duo gar, hos heoiken, hera theou, hen men hode ho kosmos, en o kai arkhiereus ho protogonos autou theios logos, heteron de logike pshykhe hes hereus ho pros aletheian anthropos
(Philo, On Dreams 1:215)


Jadi sudah jelas sekali, menurut Philo, Anak YHWH itu adalah "Logos λόγος (Sang Firman)" itu sendiri yang merupakan Imam Besar yang menjadi perantara antara YHWH dengan manusia.

Jadi inilah latar belakang mengapa penulis kitab Ibrani mengaitkan Tuhan Yesus sebagai Imam Besar karena penulis kitab Ibrani tahu benar bahwa Tuhan Yesus adalah "Sang Logos" tersebut dan penulis kitab Ibrani tahu benar bahwa "Logos λόγος (Sang Firman)" adalah Imam Besar dan juga Anak Sulung YHWH.

Itu sebabnya bahwa kita harus mengetahui paham-paham di dalam Yudaisme dengan baik, terutama Yudaisme pada zaman Tuhan Yesus karena di sanalah, terletak semua jawaban dari kebingungan-kebingungan yang ada di dalam Perjanjian Baru, mengapa bisa begini dan mengapa bisa begitu.

Jika kita berusaha membaca Perjanjian Baru dan menafsirnya tanpa mengetahui paham-paham Yudaisme dengan baik, terutama Yudaisme pada zaman Tuhan Yesus, maka kita akan kebingungan.

Kenapa? Karena kita ibarat menonton film berseri yang tahu-tahu kita tonton langsung dari serial 150-nya. Bisakah kita mengetahui mengapa di dalam seri ke-150 terjadi kejadian A atau B jika kita tidak menonton dari seri pertamanya? Tidak bisa. Apa jadinya kalau ada orang yang tidak pernah nonton seri pertamanya, mendadak berusaha mengarang cerita bahwa pada seri 1-149 terjadi begini dan begitu. Apakah hal tersebut bisa dibenarkan? Apakah hasil rekaannya akan sesuai dengan fakta? Jelas tidak.

Demikian juga Kekeristenan, kita tidak akan bisa memahami pola pikir dari para rasul jika kita tidak memahami Yudaisme dan menggali dengan baik Yudaisme, terutama Yudaisme pada zaman Tuhan Yesus agar kita bisa mendapatkan "potongan-potongan" cerita itu secara lengkap.

Well, intinya Tuhan Yesus saat inilah yang menjadi pembela dan pengantara bagi kita kepada YHWH, Bapa yang Mahakuasa, Allah Israel

(1 Timotius 2:5 [LAI TB] Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,)

(Ibrani 1:3 [LAI TB] Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,)


Tepat, Tuhan Yesus sekarang sedang duduk di samping YHWH, Yang Mahabesar dan Dia-lah yang menjadi perantara antara kita dan YHWH sehingga dosa-dosa kita diampuni.

Sekiranya menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...