Friday, 16 October 2015

Penyakit Kolesterol, Darah Tinggi, Asam Urat adalah Penyakit Sehari-hari Jemaat Kristen di Seluruh Gereja Karena Melanggar Titah Tuhan

Penyakit Kolesterol, Darah Tinggi, Asam Urat adalah Penyakit Sehari-hari Jemaat Kristen di Seluruh Gereja Karena Melanggar Titah Tuhan

Penyakit Kolesterol, Darah Tinggi, Asam Urat adalah penyakit sehari-hari "jemaat-jemaat Kristen" hampir di seluruh gereja. Tidak sedikit di antara mereka yang harus di opname di rumah sakit karena tingkat kolesterol, darah tinggi, dan asam urat mereka sudah melampaui batas, bahkan tidak sedikit di antaranya yang sekarat dan meninggal.

Kenapa mereka bisa terkena penyakit seperti itu? Karena hobinya adalah memakan makanan-makanan haram/ berbahaya yang dilarang Tuhan seperti babi, udang, kerang, lele, darah, lemak, jeroan, dll.

(Imamat 11:43 [LAI TB] Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.
11:44 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
11:45 Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.
11:46 Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,
11:47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.")


Tuhan sudah jelas melarang semua binatang-binatang tersebut untuk dimakan. Mengapa? Karena Tuhan tahu betul bahwa binatang-binatang tersebut sangat berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia dan sudah pasti bisa menimbulkan penyakit berbahaya. Makanya tidak heran banyak sekali orang-orang Kristen yang penyakit sehari-harinya adalah asam urat, kolesterol, dan darah tinggi. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang meninggal, karena mereka membantah apa yang Tuhan katakan dan merasa diri lebih pandai daripada Tuhan dengan melanggar titah-titah-Nya.

Sebenarnya, jemaat tidak terlalu bisa disalahkan karena mereka memang awam dalam soal teologi. Yang harusnya bertanggung jawab memberikan ajaran yang benar soal makanan ini adalah para pendeta, pengajar firman Tuhan, dan juga mereka yang terpanggil sebagai hamba-hamba-Nya.

Kita yang terpanggil sebagai hamba-hamba Tuhan harus berani memberitakan kebenaran firman Tuhan ini bahwa memang binatang-binatang itu tidak bisa dimakan karena berbahaya.

Apa fungsinya gembala, pendeta, dan pengajar firman Tuhan yang setiap hari berteriak-teriak/ berkhotbah soal "kebenaran/ berkat Tuhan, dll", tetapi jemaatnya dibiarkan untuk terus menerus melanggar titah Tuhan sampai mereka sakit-sakitan? Gembala dan para pendeta seharusnya memberikan pengajaran yang benar mengenai makanan ini agar jemaat mereka tidak perlu menderita hanya karena mereka tidak tahu apa-apa soal bahayanya makanan tersebut

Jemaat itu tidak tahu apa-apa, mereka hanya melihat pendeta mereka ikut-ikutan makan, sehingga mereka berasumsi bahwa binatang-binatang seperti babi, udang, kerang, lele, dll itu aman dan sudah tidak haram lagi sehingga hati mereka jadi dikuatkan untuk mengkonsumsinya. Padahal, justru binatang-binatang itulah yang membuat mereka sakit Asam Urat, Kolesterol, Darah Tinggi, dll. Bahkan sampai diopname di rumah sakit gara-gara tingkat kolesterol, asam urat, dan darah tinggi mereka sudah melampaui batas. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang meninggal gara-gara hal tersebut.

Para pendeta, gembala, pengajar firman Tuhan, dan siapa pun yang terpanggil melayani Tuhan harus berani untuk mengabarkan hal ini. Jangan menipu jemaat dan jangan membiarkan mereka terus menerus hidup di dalam sakit penyakit mereka tanpa mereka ketahui kenapa mereka bisa sakit demikian

Percayalah, ketika jemaat sudah diberitahukan pemahaman yang benar mengenai makanan-makanan haram ini dan bahayanya, maka mereka dengan sendirinya akan berhenti dan menjauhinya. Kita sebagai hamba Tuhan tidak perlu takut dalam mengatakan hal ini. Tuhan akan membela firman-Nya dan percayalah, jemaat pun akan menerimanya dan menyambutnya dengan baik.

Kita jangan membodohi jemaat. Penyakit-penyakit asam urat, kolesterol, darah tinggi adalah penyakit harian mereka hanya karena mereka tidak tahu dampak dan bahayanya. Kita sebagai hamba Tuhan, pengajar firman Tuhan harus tegas dalam hal ini. Percayalah, Tuhan akan membela firman-Nya. Kalau jemaat sudah berhenti makan makanan haram tersebut, maka sudah pasti hidup mereka akan sehat dan tidak sakit-sakitan lagi.

Bukannya justru itu tugas kita sebagai hamba Tuhan memastikan jemaat dalam keadaan sehat secara jasmani dan rohani? Bukankah itu juga yang diinginkan Tuhan agar kita tidak sakit-sakitan dan hidup sehat?

Hal yang paling menggelikan yang sedang terjadi di dalam kekeristenan adalah mati-matian membela teologi "salah tafsir" yang jelas berbahaya seperti boleh makan babi, tetapi justru melawan mati-matian perintah Tuhan yang jelas-jelas menguntungkan seperti larangan makan babi.

Yang buruk dibela mati-matian, yang baik (perintah Tuhan sendiri) dilawan. Silahkan simpulkan sendiri, apa yang error di dalam kekeristenan?

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...