Thursday, 24 November 2016

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 sama dengan Gerhana Matahari 26 Februari 1998? Apakah ini Pertanda bahwa Malapetaka akan Menghampiri Indonesia?

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 sama dengan Gerhana Matahari 26 Februari 1998? Pertanda bahwa Malapetaka akan Menghampiri Indonesia?

Dalam kondisi Indonesia yang sedang gonjang ganjing ini di mana baru saja pada tanggal 4 November 2016 kemarin terjadi demo yang luar biasa besar yang katanya untuk menurunkan Ahok. Belum pernah terjadi demo sebesar itu. Bahkan demo untuk menurunkan Soeharto saja tidak sebesar itu. Hal inilah yang menimbulkan tanda tanya publik, apakah mungkin demo sebesar itu targetnya hanya Ahok? Tidak heran sudah banyak yang berspekulasi bahwa demo tersebut sebenarnya bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi.

Setelah demo 4 November 2016 kemarin tidak terlalu membuahkan hasil, kali ini oknum-oknum tersebut kembali membuat demo susulan yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 November 2016 dan juga 2 Desember 2016. Demo kali ini diprediksi akan lebih besar karena aliansi buruh juga mengatakan bahwa mereka akan bergabung dengan demo Muslim ini pada tanggal 2 Desember 2016 dan mereka berkata bahwa mereka akan mengajak semua buruh di seluruh Indonesia untuk berdemo pada tanggal tersebut.

Ada apa ini? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Pasti saat ini hal ini sedang ada di benak kita semua, terutama orang-orang Kristen yang sedang membaca tulisan ini. Pertanda apa yang sedang ada terjadi di negeri kita?

Penulis bukannya ingin menakut-nakuti, tetapi penulis menemukan fakta yang cukup menarik entah kebetulan atau tidak, tetapi penulis merasa perlu untuk menyampaikannya dan memberikan peringatan.

Ada yang masih ingat dengan gerhana matahari yang terjadi sekitar 7 bulan yang lalu, tepatnya ada tanggal 9 Maret 2016? Tepat, gerhana tersebut adalah gerhana matahari total yang cukup besar bahkan mungkin sangat besar. Pada saat bulan februari, ketika mendengar desas desus soal gerhana tersebut. Penulis jadi teringat entah mengapa bahwa tampaknya akan ada huru hara atau malapetaka yang terjadi karena penulis sendiri teringat akan perkataan Tuhan Yesus mengenai tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang.

(Lukas 21:25 [LAI TB] "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.)


Penulis teringat akan perkataan Tuhan Yesus ini dan semakin penasaran dengan gerhana matahari pada tanggal 9 Maret 2016 tersebut sehingga penulis tertarik untuk menyelidikinya. Ternyata, penulis menemukan fakta yang menarik bahwa ternyata gerhana matahari pada tanggal 9 Maret 2016 tersebut merupakan gerhana matahari yang sama yang terjadi pada bulan Februari 1998.

Gerhana matahari pada 26 Febuari 1998 adalah pertanda pada saat itu bagi Indonesia (tidak hanya Indonesia, tapi juga seluruh dunia sedang terguncang saat itu) bahwa akan ada ada bencana datang ke Indonesia. Pada saat itu, Indonesia, Indonesia sedang jaya-jayanya. Dolar saat itu hanya 2500 rupiah dan IMF pun memuji pertumbuhan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia bahwa ASEAN akan maju dan menjadi raksasa ekonomi dunia. Namun, siapa sangka, hanya 3 bulan berselang setelah gerhana tersebut, huru hara terjadi di mana dolar mendadak menjadi 15.000 rupiah dan hal ini mengakibatkan kepanikan massal di seluruh Indonesia dan juga seluruh Asia sehingga terjadilah krisis moneter yang dashyat yang melanda Indonesia dan juga seluruh Asia.

Tidak sampai di situ, di Indonesia, krisis moneter ini ternyata membuat masyarakat Indonesia frustasi dan akhirnya timbul kerusuhan di mana-mana, toko-toko dijarah dan dibakar, orang-orang diperkosa, dll. Hal inilah yang membuat akhirnya presiden Soeharto harus lengser dari posisinya.

Fakta yang sangat mengerikan sekali.

Penulis pun ternyata menemukan bahwa gerhana matahari pada tangga 26 Februari 1998 merupakan gerhana yang sama dengan gerhana matahari 9 Maret 2016. Buktinya di sini https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gerhana_matahari




Lihat gambar yang penulis beri lingkar merah. Terlihat bahwa gerhana matahari 26 Februari 1998 memiliki Saros 130, demikian juga gerhana matahari 9 Maret 2016 juga memiliki Saros 130. Ini adalah bukti bahwa kedua jenis gerhana ini adalah gerhana matahari yang sama.

Ketika penulis mendapatkan fakta ini pada bulan Februari 2016 lalu, penulis menyimpannya saja sendiri dan mungkin hanya kebetulan saja. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika penulis melihat gonjang-anjing demo 4 November 2016 kemarin dan akan dilanjutkan pada tanggal 25 November dan 2 Desember nanti, maka entah mengapa penulis merasa bahwa ini terlalu aneh untuk disebut sebagai kebetulan dan penulis merasa harus memberitahukannya sekarang.

(Yehezkiel 33:2 [LAI TB] "Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya
33:3 dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,
33:4 kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
33:5 Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya.
33:6 Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.)


Sekali lagi, penulis saat ini tidak sedang meramal. Penulis hanya memberitahukan apa yang penulis temukan. Sekali lagi penulis bukanlah seorang dukun atau orang yang coba-coba menebak akhir zaman atau meramalkan sesuatu. Penulis bukanlah orang yang suka menebak-nebak tanggal kedatangan Tuhan Yesus karena banyak orang-orang Kristen, termasuk beberapa pendeta yang ekstrim karena baru melihat tanda-tanda seperti ini, mereka langsung jadi ekstrim dan gegabah dengan meramal tanggal kedatangan Tuhan Yesus.

Namun, yang penulis ingin sampaikan bahwa Tuhan Yesus sendiri sudah mewanti-wanti akan ada tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang. Jadi mengingat kondisi yang tidak stabil dan sedang gonjang ganjing di Indonesia, maka alangkah baiknya kita semakin berjaga-jaga dan berdoa demi kedamaian di Indonesia.

Jika tidak terjadi apa-apa di Indonesia, ya puji Tuhan dan Haleluyah, tetapi jika memang Tuhan sudah menggariskan bahwa Indonesia harus melalui masa kesukaran dan pedang, maka kita pun sebagai pengikut Tuhan Yesus harus siap sedia menerima yang paling pahit sekalipun.

Salam Kasih

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...