Friday, 4 November 2016

Kolose 2:16 Makanan Haram dan Sabat batal?

Kolose 2:16 Makanan Haram dan Sabat batal?

(Kolose 2:16 [LAI TB] Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; )
Yunani : Μὴ οὖν τις ὑμᾶς κρινέτω ἐν βρώσει ἢ ἐν πόσει, ἢ ἐν μέρει ἑορτῆς ἢ νουμηνίας ἢ σαββάτων·
Transliteration: Me oun tis hymas krineto en brosei he en posei he en merei heortes, he noumenias he sabbaton


Sebagai seorang pendeta, alangkah baiknya konteks ayat itu diteliti dengan benar. Kebanyakan pendeta sekarang adalah "pendeta gadungan" yang malas belajar selama mereka kuliah dan tahu-tahu sudah diwisuda (kenapa penulis tahu? karena penulis juga bekas mahasiswa Alkitab dan tahu kelakuan banyak mahasiswa Alkitab, karena rata2 95% mahasiswa Alkitab tidak belajar)

Jadi, ketika model mahasiswa Alkitab yang tidak belajar ini jadi pendeta, ya kerjaan mereka hanya makan uang perpuluhan saja, belajar tidak perlu lagi, asal sudah bisa khotbah, dapat uang, beres.

Okay, mengenai konteks ayat di atas, mari kita baca baik2 ayat tersebut dari teks Yunaninya dan juga mari kita teliti latar belakang surat Kolose tersebut.

Pertama, kita harus tahu bahwa surat Kolose di atas adalah tulisan rasul Paulus dan celakanya, Petrus sendiri sudah mewanti-wanti bahwa tulisan-tulisan Paulus sangat rawan sekali dipelintir.

(2 Petrus 3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.)

Dari keterangan Petrus saja, sudah diketahui bahwa tulisan-tulisan Paulus rawan disalahtafsirkan. Celakanya, kebanyakan orang-orang sekarang sudah merasa pandai menafsir tulisan-tulisan Paulus tanpa belajar. Belajar Yunani saja malas, belajar latar belakang malas, tapi sudah mau menafsir dan jadi pendeta.

Kembali ke ayat Kolose 2:16

(Kolose 2:16 [LAI TB] Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; )
Yunani : Μὴ οὖν τις ὑμᾶς κρινέτω ἐν βρώσει ἢ ἐν πόσει, ἢ ἐν μέρει ἑορτῆς ἢ νουμηνίας ἢ σαββάτων·
Transliteration: Me oun tis hymas krineto en brosei he en posei he en merei heortes, he noumenias he sabbaton


Okay, pertanyaan kita, apakah Paulus saat ini sedang membicarakan orang yang sedang membicarakan perintah Tuhan soal binatang haram dalam Imamat 11 atau juga tentang Sabat Tuhan dalam Taurat? Jawabannya ada di ayat 21-22

(Kolose 2:21 [LAI TB] jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
2:22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
2:23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.)


Kata kuncinya ada di ayat 22, yaitu frase "perintah-perintah manusia".

Nah, kebanyakan, mereka yang tidak belajar, asbun, atau pendeta gadungan akan mengira bahwa yang dimaksudkan ini adalah Hukum Taurat, atau perintah-perintah binatang haram di dalam Imamat 11.

Kita harusnya menggunakan otak kita untuk berpikir dan mencerna tulisan Paulus ini. Bukankah Imamat 11 adalah perintah Tuhan? Lantas kalau memang Imamat 11 yang dimaksudkan oleh Paulus, mengapa Paulus mengatakan bahwa itu adalah "perintah-perintah manusia"?

Apakah Paulus mau mengatakan bahwa yang berbicara di dalam Imamat 11 adalah manusia, bukan Tuhan?

Nah, dari sini, harusnya logika kita sudah main bahwa tidak mungkin Paulus sedang mengatakan bahwa Imamat 11 adalah perintah manusia. Pastilah saat ini Paulus sedang membicarakan tentang hal lain.

Nah disinilah, seharusnya para hamba Tuhan/ pendeta yang bertanggung jawab itu belajar biar tahu. Dari latar belakang, kita mengetahui bahwa pada saat itu, benih-benih ajaran Gnostik sudah mulai merebak di kalangan dunia Yunani.

Ajaran ini merupakan ajaran askese (menyiksa diri) di mana mereka melarang orang untuk kawin, makan daging, minum -minuman enak, dan segala macam bentuk kesenangan lainnya mereka tolak. Hal ini mereka ajarkan dalam rangka bahwa mereka percaya bahwa tubuh itu jahat, roh itu baik. Oleh karena itu, agar roh dapat terbebas dari tubuh yang jahat, maka mereka harus menyiksa diri mereka dengan tidak kawin, tidak makan daging, tidak minum-minumanan enak agar roh mereka bisa mencapai kesempurnaan dengan terbebas dari tubuh mereka.

Itulah yang juga dimaksudkan Paulus di dalam 1 Timotius 4

(1 Timotius 4:1 [LAI TB] Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.)


Ajaran inilah yang sedang disinggung Paulus sebagai "ajaran manusia dan ajaran setan". Konsep filosopi Gnostik ini sangat mirip dengan ajaran Buddha yang juga melarang orang kawin dan makan daging.

Jadi dari sini kita tahu Paulus sedang menyinggung ajaran Gnostik di dalam Kolose 2:16-17 yang melarang orang makan, minum.

Lalu bagaimana dengan frase "mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; " di dalam Kolose 2:16-17?

Dalam bahasa Yunani, ada satu kata yang tidak diterjemahkan di dalam Alkitab kita, yaitu kata "En Merei ἐν μέρει" yang artinya "di dalam partisipasi".

Jadi, kalau Kolose 2:16 kita terjemahkan harafiah dari bahasa Yunaninya, maka akan berbunyi seperti ini

(Kolose 2:16 [Terjemahan Harafiah] Janganlah seseorang menghakimi kalian di dalam makanan, atau di dalam minuman, atau di dalam partisipasi perayaan-perayaan, atau partisipasi bulan baru, atau partisipasi Sabat)
Yunani : Μὴ οὖν τις ὑμᾶς κρινέτω ἐν βρώσει ἢ ἐν πόσει, ἢ ἐν μέρει ἑορτῆς ἢ νουμηνίας ἢ σαββάτων·
Transliteration: Me oun tis hymas krineto en brosei he en posei he en merei heortes, he noumenias he sabbaton


Nah inilah terjemahan harafiahnya. Jadi yang sebenarnya sedang dimaksudkan Paulus adalah ajaran Gnostik ini yang melarang orang-orang berpartisipasi merayakan hari raya, melarang orang berpartisipasi dalam merayakan hari bulan baru, melarang orang berpartisipasi dalam merayakan hari sabat karena bagi orang Gnostik, itu hanya bersenang2 saja dan dilarang.

Kita orang Kristen kebanyakan sok tahu soal Yahudi. Orang Yahudi itu kalau sedang merayakan hari raya, merayakan bulan baru, atau merayakan sabat, mereka itu sedang bersukacita, makan-makan, dan berpesta. Bukan seperti dugaan kita bahwa orang-orang Yahudi itu sedang terbeban/ terpaksa/ bersedih hati dalam merayakan hari raya mereka

Inilah yang dilarang oleh kaum Gnostik karena mereka menganggap bahwa merayakan hari raya itu adalah hura-hura belaka/ kesenangan duniawi dan inilah yang juga sedang diwanti2 oleh Paulus agar para pengikut Gnostik itu jangan sampai melarang mereka bersukacita pada saat hari raya, bulan baru, atau hari sabat.

Sekian dari penafsiran ayat ini, jadi tolong jangan kita jadi gegabah dalam menafsir. Jangan sampai kitalah yang dimaksudkan Petrus sebagai orang-orang yang memutarbalikkan tulisan-tulisan Paulus.

Penulis sudah banyak lihat pendeta dan jemaat yang mati karena makan babi, udang, kerang, lele, dan semua jenis binatang haram lainnya di dalam Imamat 11. Tuhan biarkan mereka sakit dan meninggal akibat kebodohan mereka dalam menafsir

Mereka tewas karena pelanggaran mereka sendiri terhadap firman Tuhan.

Salam Kasih

No comments:

Post a Comment

Post Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...